Arsip Kategori: Praktikum Bahan Bangunan

Membahas tentang laporan praktikum mata kuliah Praktikum Bahan Bangunan, Diploma Teknik Sipil, UGM

Buang saja Kalkulator Anda saat Mendesain Penulangan

Apa yg kalian cari dari sebuah perencanaan struktur bangunan beton bertulang?

Ya, salah. Hasil akhir dari sebuah perencanaan balok, kolom, dan pelat adalah penulangan, akan tetapi tidak terbatas pada itu. Dalam mendesain suatu struktur bangunan beton bertulang, pada saat pemodelan dengan software kita hanya memasukkan penampang betonnya saja bukan? Setelah di lakukan run/analisis dan dilakukan pengecekan struktur (semua persyaratan terpenuhi), maka akan diperoleh luasan tulangan pada balok dan kolom tersebut. Luasan tulangan inilah yang nantinya akan kita terjemahkan ke dalam gambar kerja. Read the rest of this entry

Pengujian Kuat Tarik Baja

A.   Pendahuluan

Semua bahan padat akan berubah bentuk apabila diberi beban. Perubahan bentuk tergantung pada besar beban, unsur kimia maupun kondisi beban, bentuk benda uji, suhu, kecepatan pembebanan, dan sebagainya. Suatu kurva yang menghubungkan antara beban dan perubahan bentuk pada benda uji (deformasi) merupakan bagian utama dari studi tentang sifat mekanika dari bahan benda uji itu. Akan tetapi, biasanya pengujian itu agak berbeda bila bentuk geometrinya berbeda, walaupun bahannya sama. Oleh karena itu bentuk benda uji dibuatkan suatu standard yang sedemikian rupa sehingga kurva tegangan-tegangan diperoleh juga merupakan standard pula.

B.   Tujuan

  1. Untuk mengetahui langkah kerja pengujian uji tarik baja.
  2. Untuk mengetahui besarnya tegangan leleh dan kuat tarik baja.

C.   Benda Uji

Batang logam yang berpenampang bulat atau persegi empat dengan ukuran sesuai standard benda uji menurut Standardisasi Industri Indonesia (SII) atau PUBI 1982. Read the rest of this entry

Pengujian Keausan Kerikil dengan Mesin Los Angeles

A.   Pendahuluan

Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketahanan aus kerikil/batu pecah dengan menggunakan alat mesin Los Angeles. Pengujian ketahanan aus kerikil dengan cara ini memberikan gambaran yang berhubungan dengan kekerasan dan kekuatan kerikil, serta kemungkinan terjadinya pecah butir-butir kerikil selama penumpukan, pemindahan maupun selama pengangkutan. Kekerasan kerikil berhubungan pula dengan kekuatan beton yang dibuat. Nilai yang diperoleh dari hasil pengujian ketahanan aus ini berupa prosentase antara berat bagian yang halus (lewat lubang ayakan 2 mm) setelah pengujian dan berat semula sebelum pengujian. Makin banyak yang aus makin kurang tahan keausannya. Pada umumnya kerikil disyaratkan bagian yang aus/hancur tidak lebih dari 10% setelah diputar 10 kali, dan tidak boleh lebih dari 40% setelah diputar 100 kali.

B.   Tujuan

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui tingkat ketahanan aus kerikil/batu pecah yang berhubungan dengan kekerasan dan kekuatan.

C.   Benda Uji

Benda uji berupa kerikil dengan gradasi sesuai tabel 19.1 dan jumlah bola sesuai tabel 19.2

Tabel 19.1 Berat dan gradasi benda uji

Lubang ayakan (mm)

Berta benda uji (gr)

Lewat

Tertinggal

Gradasi A

Gradasi B

Gradasi C

38.10

25.40

19.05

12.07

9.51

6.35

25.40

19.05

12.70

9.51

6.35

4.75

1.250

1.250

1.250

1.250

….

….

….

….

2.500

2.500

….

….

….

….

….

….

2.500

2.500

Jumlah berat benda uji

5.000

5.000

5.000

Tabel 19.2 Jumlah dan berat bola baja

Gradasi

Jumlah bola

Berat semua bola (gr)

A

B

C

11

11

11

5000

5000

5000

D.   Alat

  1. Mesin Los Angeles.
  2. Ayakan no. 12 (lubang 2 mm) dan ayakan lain dengan lubang 38.1 mm, 25.4 mm, 19.05 mm, 12.7 mm, 9.51 mm, 6.36 mm, 4.75 mm, 2.36 mm.
  3. Timbangan dengan ketelitian 5 gr.
  4. Bola baja dengan diameter rata-rata 4.68 cm dan berat masing-masing antara 390 gr sampai 445 gr.
  5. Tungku pengering (oven) yang dapat memanasi sampai pada temperatur 105oC

E.   Pelaksanaan

  1. Benda uji ditimbang sesuai tabel 17.1.
  2. Kerikil/batu pecah dimasukkan ke dalam mesin Los Angeles
  3. Bola baja dimasukkan ke dalam mesin Los Angeles dengan jumlah sesuai tabel 17.2.
  4. Mesin diputar dengan kecepatan 30 sampai 33 rpm sebanyak 100 kali.
  5. Bola baja dikeluarkan dari mesin Los Angeles.
  6. Benda uji dikeluarkan dari mesin Los Angeles, kemudian diayak memakai ayakan no. 12.
  7. Kerikil yang tertinggal ditimbang di atas ayakan no 12.
  8. Bola baja dan kerikil yang tertinggal di atas ayakan no 12 dimasukkan kembali ke dalam mesin Los Angeles.
  9. Mesin Los Angeles diputar sebanyak 400 kali (jadi dengan putaran pertama berjumlah 500 kali).
  10. Kembali ke langkah e, f, dan g.

Download selengkapnya DISINI!

Baca artikel lainnya…

Pengujian Kuat Tekan Silinder Beton

A. Pendahuluan

Mutu beton umumnya ditentukan berdasarkan kuat tekannya. Cara menguji kuat tekan beton dilakukan terhadap benda uji (yang umumnya berupa silinder beton dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm atau kubus dengan sisi 150 mm) setelah umur 28 hari. Berikut ini diuraikan cara melakukan pengujian kuat tekan benda uji tersebut.

B.  Tujuan

  1. Untuk mengetahui langkah pengujian kuat tekan beton.
  2. Untuk mengetahui besarnya nilai kuat tekan beton uji.

C.  Benda Uji

Sebagai benda uji adalah silinder beton berdiameter 150 mm, tinggi 300 mm, atau kubus beton bersisi 150 mm.

D.  Alat

1.   Timbangan.

2.   Kaliper untuk mengukur dimensi benda uji.

  1. Alat perata lapis alas silinder (capping). Bila dipakai benda uji kubus tidak diperlukan perataan permukaan ini.

E.  Pelaksanaan

1.   Data tentang benda uji beton yang akan diuji dicari, antara lain:

  1. Faktor semen.
  2. Nilai slam.
  3. Cara perawatan dan penyimpanan benda uji.
  4. Kapan dibuat atau berapa umur benda uji (berdasarkan data tersebut, perkirakanlah kuat tekannya).
  1. Bila benda uji berupa silinder, diukur diameter rata-rata silinder di tengah-tengah tingginya, dan tinggi rata-ratanya dengan ketelitian sampai 0.1 mm (dengan kaliper).

3.   Benda uji ditimbang dengan ketelitian sampai 0.005 kg.

4.   Permukaan beton diratakan dengan memberi lapisan perata pada permukaan dengan bahan yang tersedia, bahan perata diratakan dengan kaca atau plat. ditunggu sampai lapisan ini keras dan cukup kuat.

F.  Data Praktikum

Benda Uji: Bahan adukan beton

Bahan

Merk / Asal

Berat Satuan (kg/cm3)

Berat keadaan encer

(gr)

Air

Semen

Pasir

Kerikil

PAM

Holchim

S. Progo

Bogowonto

1×10-3

-

1.682 x 10-3

1.508 x 10-3

10333

17221

44827

54789

Jumlah

127170

Faktor Air Semen: 0.60

Nilai Slam            6.67 cm

Download selengkapnya DISINI!

Baca artikel lainnya…

Pengujian Kuat Lentur Kayu

A.   Pendahuluan

Suatu balok kayu biasanya menahan beban lentur. Untuk mengetahui kakuatan terhadap momen lentur maka perlu dibuat pengujian lentur.

B.   Tujuan

Untuk memberikan gambaran bagaimana cara menguji kekuatan lentur balok dan menghitung tegangan lentur maksimumnya.

C.   Benda Uji

Balok kayu kamper., dengan ukuran penampang sekitar 25 mm x 25 mm sampai 70 mm x 70 mm dengan panjang sekitar 600 mm.

D.   Alat

  1. Mesin uji lentur balok.
  2. Kaliper.

E.   Pelaksanaan

  1. Penampang balok diukur dengan teliti.
  2. Balok diasang pada tempat pengujian, dengan panjang bentang sekitar 450 mm (tergantung ukuran kayu) dan beban satu titik di tengah atau dua titik dengan jarak masing-masing 1/3 batang dari perletakan.
  3. Beban maksimum yang mematahkan balok dicatat.

F.    Data Praktikum

Benda Uji:

  1. Jenis Kayu    : Kamper
  2. Bentuk           : Balok
  3. Cacat              : -
  4. Ukuran           : panjang 704 mm

Download selengkapnya DISINI!
Baca artikel lainnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.974 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: