Arsip Blog

Pengujian Kuat Tekan Silinder Beton

A. Pendahuluan

Mutu beton umumnya ditentukan berdasarkan kuat tekannya. Cara menguji kuat tekan beton dilakukan terhadap benda uji (yang umumnya berupa silinder beton dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm atau kubus dengan sisi 150 mm) setelah umur 28 hari. Berikut ini diuraikan cara melakukan pengujian kuat tekan benda uji tersebut.

B.  Tujuan

  1. Untuk mengetahui langkah pengujian kuat tekan beton.
  2. Untuk mengetahui besarnya nilai kuat tekan beton uji.

C.  Benda Uji

Sebagai benda uji adalah silinder beton berdiameter 150 mm, tinggi 300 mm, atau kubus beton bersisi 150 mm.

D.  Alat

1.   Timbangan.

2.   Kaliper untuk mengukur dimensi benda uji.

  1. Alat perata lapis alas silinder (capping). Bila dipakai benda uji kubus tidak diperlukan perataan permukaan ini.

E.  Pelaksanaan

1.   Data tentang benda uji beton yang akan diuji dicari, antara lain:

  1. Faktor semen.
  2. Nilai slam.
  3. Cara perawatan dan penyimpanan benda uji.
  4. Kapan dibuat atau berapa umur benda uji (berdasarkan data tersebut, perkirakanlah kuat tekannya).
  1. Bila benda uji berupa silinder, diukur diameter rata-rata silinder di tengah-tengah tingginya, dan tinggi rata-ratanya dengan ketelitian sampai 0.1 mm (dengan kaliper).

3.   Benda uji ditimbang dengan ketelitian sampai 0.005 kg.

4.   Permukaan beton diratakan dengan memberi lapisan perata pada permukaan dengan bahan yang tersedia, bahan perata diratakan dengan kaca atau plat. ditunggu sampai lapisan ini keras dan cukup kuat.

F.  Data Praktikum

Benda Uji: Bahan adukan beton

Bahan

Merk / Asal

Berat Satuan (kg/cm3)

Berat keadaan encer

(gr)

Air

Semen

Pasir

Kerikil

PAM

Holchim

S. Progo

Bogowonto

1×10-3

-

1.682 x 10-3

1.508 x 10-3

10333

17221

44827

54789

Jumlah

127170

Faktor Air Semen: 0.60

Nilai Slam            6.67 cm

Download selengkapnya DISINI!

Baca artikel lainnya…

Pengujian Kuat Tekan Kayu

A.   Pendahuluan

Kuat tekan kayu adalah nilai yang digunakan untuk mengetahui kelas kuat kayu. Kelas kuat kayu adalah tolok ukur yang akan kita gunakan di lapangan untuk menentukan dimensi kayu dan harus disarkan pada pembebanan yang bekerja.

B.   Tujuan

Untuk mengetahui cara menguji kuat tekan kayu searah serat.

C.   Benda Uji

Benda uji berupa kayu kamper dengan ukuran 50 mm x 50 mm dan panjang 200 mm.

D.   Alat

  1. Stop watch.
  2. Mesin uji tekan.
  3. Kaliper

E.   Pelaksanaan

  1. Benda uji kayu ditempatkan pada mesin uji tekan.
  2. Pembebanan diberikan dengan kecepatan sekitar 0.6 mm/menit.
  3. Besar beban maksimum dan lama pembebanan diatat.
  4. Bentuk satu benda uji diperiksa setelah patah.

F.    Data Praktikum

Benda Uji:

  1. Jenis Kayu    : Kamper
  2. Bentuk           : Balok
  3. Cacat              : -

Download selengkapnya DISINI!

Baca artikel lainnya…

Percobaan Pembuatan Silinder Beton

A. Pendahuluan

Silinder beton yang dibuat adalah replikasi dari beton yang digunakan untuk bahan bangunan. Silinder beton ini dibuat dari adukan beton yang akan digunakan, yang merupakan sampel yang akan diujikan di laboratorium. Jumlah silinder beton yang dibuat harus bisa merepresentasikan dari adukan beton yang dibuat sebagai bahan bangunan.

B. Tujuan

Untuk mengetahui langkah – langkah pembuatan silinder beton.

C. Benda Uji

Silinder beton yang dibuat ukuran : diameter 150mm dan tinggi 300mm.

D. Alat

a. Cetakan silinder berukuran diameter 150mm dan tinggi 300mm, terbuat dari besi    atau baja.

b.  Mesin alat getar.

c.  Alat penumbuk.

d.  Cetok.

e.  Tongkat perata.

E. Pelaksanaan

a.  Pemadatan dengan tangan

1.  Pengisian beton dilakukan dalam tiga lapis dan tiap lapisan kira-kira volumenya   sama.

  1. Pengisian dengan cetok dilakukan ke bagian tepi silinder agar diperoleh beton yang simetri menurut sumbunya (keruntuhan timbunan beton dari tepi ke tengah).
  2. Tiap lapis ditusuk-tusuk dengan batang baja penusuk sebanyak 25 kali. Penusukan dilakukan merata ke semua permukaan lapisan dengan kedalaman sampai sedikit masuk ke lapisan sebelumnya.  Khusus untuk lapisan pertama penusukan jangan sampai mengenai dasar cetakan.
  3. Setelah lapisan ketiga selesai ditusuk, penuhi bagian atas dengan adukan beton kemudian ratakan dengan tongkat perata hingga permukaan atas adukan rata dengan bagian atas cetakan.
  4. Memindahkan cetakan ke ruangan yang lembab.

b.  Pemadatan dengan alat getar

  1. Untuk pencetakan silinder yang pemadatannya dilakukan dengan alat getar, pengisian adukan beton dilakukan dalam 2 lapis, sedangkan masing – masing lapis kira – kira bervolume sama

.      2.   Tiap lapis dipadatkan dengan cara memasukkan alat getar ke dalam   lapisan beton segar. Pada lapisan pertama, penusukan alat getar harus dijaga jangan sampai mengenai dasar cetakan, adapun pada lapisan kedua penusukan alat getar sampai menusuk lapisan pertama sedalam kira – kira 25mm.

3.  Lama penggetaran tergantung pada nilai kelecakan adukan beton maupun kemampuan alat getarnya. Sebagai gambaran dapat dilakukan 3 kali getaran dengan lama 3 atau 4 detik pada tiap lapisan. Penggetaran dapat dianggap cukup apabila pada permukaan beton segar  sudah tampak suatu lapisan air.

4.   Pengisian dengan cetok dilakukan kebagian tepi silinder agar diperoleh beton yang simetri menurut sumbunya ( keruntuhan timbunan dari tepi ke tengah ). Cetakan jangan diisi terlalu penuh dengan adukan agar jangan sampai mortarnya jatuh keluar dan kerikilnya masuk silinder pada saat digetarkan.

5.   Seleasi penggetaran lapisa kedua, sedikit beton segar  ditambahkan dipermukaan dan sedikit dicampur dengan lapisan permukaan beton, kemudian diratakan dengan batang perata agar rata dengan permukaan cetakan.

6.    Memindahkan cetakan kedalam ruangan lembab .

c.   Penyimpanan benda uji

  1. Benda uji silinder harus dilakukan dari cetakan setelah jam sampai 24   jam setelah pencetakan
  2. Bersihkan benda uji dari kotoran yang mungkin melekat, kemudian beri tanda atau sandi agar tidak keliru dengan benda uji yang lain dan timbanglah.

3.  Kembalikan benda uji ke dalam  ruangan lembab atau tempat penyimpanan lain.

4.   Bila pembuatan silinder dilakukan dilapangan tempat penuangan beton    dikerjakan, setelah benda uji dikeluarkan harus ditutup dengan rapat   ( misalnya kertas kedap air ) dan hindarkan dari sinar panas matahari langsung.

Download selengkapnya DISINI!

Baca artikel lainnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.974 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: