Percobaan Pembuatan Silinder Beton

A. Pendahuluan

Silinder beton yang dibuat adalah replikasi dari beton yang digunakan untuk bahan bangunan. Silinder beton ini dibuat dari adukan beton yang akan digunakan, yang merupakan sampel yang akan diujikan di laboratorium. Jumlah silinder beton yang dibuat harus bisa merepresentasikan dari adukan beton yang dibuat sebagai bahan bangunan.

B. Tujuan

Untuk mengetahui langkah – langkah pembuatan silinder beton.

C. Benda Uji

Silinder beton yang dibuat ukuran : diameter 150mm dan tinggi 300mm.

D. Alat

a. Cetakan silinder berukuran diameter 150mm dan tinggi 300mm, terbuat dari besi    atau baja.

b.  Mesin alat getar.

c.  Alat penumbuk.

d.  Cetok.

e.  Tongkat perata.

E. Pelaksanaan

a.  Pemadatan dengan tangan

1.  Pengisian beton dilakukan dalam tiga lapis dan tiap lapisan kira-kira volumenya   sama.

  1. Pengisian dengan cetok dilakukan ke bagian tepi silinder agar diperoleh beton yang simetri menurut sumbunya (keruntuhan timbunan beton dari tepi ke tengah).
  2. Tiap lapis ditusuk-tusuk dengan batang baja penusuk sebanyak 25 kali. Penusukan dilakukan merata ke semua permukaan lapisan dengan kedalaman sampai sedikit masuk ke lapisan sebelumnya.  Khusus untuk lapisan pertama penusukan jangan sampai mengenai dasar cetakan.
  3. Setelah lapisan ketiga selesai ditusuk, penuhi bagian atas dengan adukan beton kemudian ratakan dengan tongkat perata hingga permukaan atas adukan rata dengan bagian atas cetakan.
  4. Memindahkan cetakan ke ruangan yang lembab.

b.  Pemadatan dengan alat getar

  1. Untuk pencetakan silinder yang pemadatannya dilakukan dengan alat getar, pengisian adukan beton dilakukan dalam 2 lapis, sedangkan masing – masing lapis kira – kira bervolume sama

.      2.   Tiap lapis dipadatkan dengan cara memasukkan alat getar ke dalam   lapisan beton segar. Pada lapisan pertama, penusukan alat getar harus dijaga jangan sampai mengenai dasar cetakan, adapun pada lapisan kedua penusukan alat getar sampai menusuk lapisan pertama sedalam kira – kira 25mm.

3.  Lama penggetaran tergantung pada nilai kelecakan adukan beton maupun kemampuan alat getarnya. Sebagai gambaran dapat dilakukan 3 kali getaran dengan lama 3 atau 4 detik pada tiap lapisan. Penggetaran dapat dianggap cukup apabila pada permukaan beton segar  sudah tampak suatu lapisan air.

4.   Pengisian dengan cetok dilakukan kebagian tepi silinder agar diperoleh beton yang simetri menurut sumbunya ( keruntuhan timbunan dari tepi ke tengah ). Cetakan jangan diisi terlalu penuh dengan adukan agar jangan sampai mortarnya jatuh keluar dan kerikilnya masuk silinder pada saat digetarkan.

5.   Seleasi penggetaran lapisa kedua, sedikit beton segar  ditambahkan dipermukaan dan sedikit dicampur dengan lapisan permukaan beton, kemudian diratakan dengan batang perata agar rata dengan permukaan cetakan.

6.    Memindahkan cetakan kedalam ruangan lembab .

c.   Penyimpanan benda uji

  1. Benda uji silinder harus dilakukan dari cetakan setelah jam sampai 24   jam setelah pencetakan
  2. Bersihkan benda uji dari kotoran yang mungkin melekat, kemudian beri tanda atau sandi agar tidak keliru dengan benda uji yang lain dan timbanglah.

3.  Kembalikan benda uji ke dalam  ruangan lembab atau tempat penyimpanan lain.

4.   Bila pembuatan silinder dilakukan dilapangan tempat penuangan beton    dikerjakan, setelah benda uji dikeluarkan harus ditutup dengan rapat   ( misalnya kertas kedap air ) dan hindarkan dari sinar panas matahari langsung.

Download selengkapnya DISINI!

Baca artikel lainnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s