Gak perlu ke Jepang buat makan DORAyaki

Saat itu saya sedang dalam perjalanan menuju rumah pacar saya di daerah Kemanggisan, Slipi. Untuk menghindari jalan yang macet, saya mengambil jalan pintas melewati pasar Palmerah.

Di tengah-tengah keramaian dan sembrawutnya pasar Palmerah (umum terjadi di Indonesia), saya menyaksikan sebuah fenomena yang menarik sekaligus menggelitik. Yang mengusik rasa keingintahuan saya saat saya membaca sebuah kata digerobak kue.

Tau kan Dorayaki? Kue kesukaan robot kucing dalam komik dan novel Doraemon. Ternyata di Indonesia, Dorayaki itu adalah kue pancong. Ya kue pancong. Kue yang rasanya manis berbentuk setengah lingkaran.

dorayaki
dorayaki

Tau gak mengapa Doraemon menyukai Dorayaki? Padahal dia kan kucing. Kucing kan termasuk hewan Karnivora, kalo gak laper-laper amat, dia gak akan jadi Omnivora. Karena, nama mereka hampir sama. Ada kata “DORA” di sana.

Salah satu faktor yang menyebabkan ketertarikan antara Orang dengan Idolanya adalah KESAMAAN NAMA. Teman saya Hendri, menyukai Tim Arsenal FC, karena Thieri Henry pernah merumput di sana (merumput? Emang kambing😛 ). Teman saya Feri, menyukai Tim Internazionale Milan FC karena Christian Vieri pernah main di sana. Dan saya suka Manchester United karena Wayne Rooney.

kue pancong
kue pancong

Dorayaki adalah kue yang berasal dari jepang. Dia sejenis kue tradisional gitu. Kalo di zaman modern sekarang, kayak-kayak Pancake gitu lah. Dora itu dalam bahasa jepang artinya “Gong”. Duluuuuu, kue ini dibuat/dimasak di atas gong, makanya jadi bulat gitu. Jadi, gak usah jauh-jauh ke Jepang kalo mau mencari kue Dorayaki, di Indonesia pun ada (kue pancong).

Bahkan kue pancong jauh lebih lezat. karena ada santan dan kelapanya. Kue ini cocok buat sarapan pagi ditemani dengan segelas teh hangat dan sang kekasih. Atau untuk teman main PS.

Terpikir oleh saya untuk membelinya dan memberikannya pada kucing saya (Perpus UI Saputra, namanya) yang saya pelihara di Perpustakaan UI. Barangkali dia mau. Tetapi sore itu, saya tidak menemukan kucing tersebut. Dia sudah pergi untuk selamanya.

Pesan saya: lihatlah hal-hal yang tidak terlihat. apalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s