Titik Nyala dan Titik Bakar

A.   MAKSUD DAN TUJUAN

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan titik nyala dan titik bakar dari semua jenis hasil minyak bumi kecuali minyak bakar dan bahan lainnya yang mempunyai titik nyala open cup kurang dari 79 o C.

Titik nyala adalah suhu pada saat terlihat nyala singkat pada suatu titik diatas permukaan aspal.

Titik bakar adalah suhu pada saat terlihat nyala sekurang-kurangnya 5 detik pada suatu titik diatas permukaan aspal.

 B.   BENDA UJI

Benda uji adalah contoh aspal ±  100 gr.

  1. Panaskan contoh aspal antara 148,9 o C dan 176 o C, sampai cukup cair
  2. Kemudian isilah cawan Cleveland sampai garis dan hilangkan (pecahkan) gelembung udara yang ada pada permukaan cairan

 C.   PERALATAN

  1. Termometer, sesuai Daftar no. 1, Gambar no. 1
  2. Cleveland open cup adalah cawan kuningan dengan bentuk dan ukuran seperti Gambar no. 2
  3. Pelat pemanas
  4. Terdiri dari logam, untuk melekatkan cawan Cleveland, Gambar no. 3 dan bagian atas dilapisi seluruhnya oleh asbes setebal 0,6 cm (1/4”)
  5. Sumber pemanasan
  6. Pembakaran gas atau tungku listrik, atau pembakar alcohol yang tidak menimbulkan asap atau nyala disekitar bagian atas cawan
  7. Penahan angin, yaitu alat yang menahan angin apabila digunakan nyala sebagai pemanasan
  8. Nyala penguji> Yang dapat diatur dan memberikan nyala dengan diameter 3,2 sampai 4,8 mm, dengan panjang tabung 7,5 cm seperti Gambar no. 4.

 D.   PELAKSANAAN

  1. Meletakkan cawan diatas pelat pemanas dan aturlah sumber pemanas sehingga terletak dibawah titik tengah cawan.
  2. Meletakkan nyala penguji dengan poros pada jarak 7,5 cm dari titik tengah cawan.
  3. Menempatkan termometer tegak lurus di dalam benda uji dengan jarak 6,4 mm diatas cawan dasar, dan terletak pada satu garis yeng menghubungkan titik tengah cawan dan titik poros nyala penguji. Kemudian aturlah sehingga poros termometer terletak pada jarak ¼ diameter cawan dari tepi.
  4. Menempatkan penahan angin didepan nyala penguji.
  5. Menyalakan sumber pemanas dan aturlah pemanasan sehingga kenaikan suhu menjadi (15 ± 1) o C per-menit sampai benda uji mancapai suhu 56 o C di bawah titiknyala perkiraan.
  6. Kemudian mengatur kecepatan pemanasan 5 o C sampai 6 o C per-menit pada suhu antara 56 o C dan 28 o C di bawah titik nyala perkiraan.
  7. Menyalakan myala penguji dan aturlah agar diameter nyala penguji tersebut menjadi 3,2 sampai 4,8 mm
  8. Memutar nyala penguji sehingga sampai permukaan cawan (dari tepi ke tepi cawan) dalam waktu 1 detik. Ulangi pekerjaan tersebut setiap kenaikan 2 o C.
  9. Melanjutkan pekerjaan f dan h sampai terlihat nyala singkat pada suatu titik diatas permukaan benda uji. Membaca  suhu pada termometer dan catat.
  10. Melanjukan perkerjaan i sampai terlihat nyala yang agak lama sekurang-kurangnya 5 detik di atas permukaan benda uji. Bacalah suhu pada termometer dan catat.

Download selangkapnya DISINI!
Baca artikel lainnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s