Ketika Mahasiswa Bertemu Calon Mertua

Sebelum saya uraikan panjang lebar, sebelumnya saja jelaskan dulu apa definisi-definisi kata-kata berikut:

  • Mertua; mertua adalah orangtua dari istri kita
  • Calon Mertua; Calon mertua atau camer adalah orangtua dari calon istri kita
  • Istri; istri adalah pasangannya suami.
  • Calon istri; calon istri adalah pacar yang akan dijadikan istri.
Calon Mertua
Calon Mertua, jangan sampai seperti ini.

Sebagai mahasiswa, Bertemu calon mertua adalah suatu momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Calon mertua di mata mahasiswa itu sangat menyeramkan. Kalau disuruh memilih, lebih baik menghadapi dosen pada sidang skripsi daripada ketemu calon mertua.

Apa yang menyebabkan mahasiswa takut ketemu calon mertua?

Beberapa faktor yang membuat mahasiswa takut ketemu calon mertua berikut solusinya;

  • Si mahasiswa tidak serius dengan pacarnya dan tidak memikirkan ke jenjang berikutnya.

Sebelum ketemu dengan calon mertua, saran pertama yang saya berikan adalah: “Pastikan beliau adalah Calon Mertua Anda”. Artinya; kalau tidak serius dengan anaknya, jangan mau diajak untuk ketemu dengan orangtuanya, karena Anda akan mengecewakan mereka dan memberikan harapan kosong pada mereka. Mempermainkan orangtua itu dosa besar (kata Mamah Dedeh).

  • Mahasiswa rendah diri karena masih mengandalkan uang jajan dari orang tua. (kata camer: masih bergantung sama ortu aja udah berani gandeng anak saya)

Saran kedua; carilah uang sendiri/bekerja sambil kuliah. Dengan begini, posisi tawar atau penilaian camer akan tinggi terhadap Anda. (kata camer: anak ini bisa diandalkan untuk jadi menantu). Ada banyak pekerjaan untuk mahasiswa seandainya Anda mau sedikit melunangkan waktu istirahat Anda dan berusaha. Mulai dari pekerjaan yang berhubungan dengan jurusan kuliah atau tidak sama sekali. Besaran gaji yang dihasilkan tidaklah penting, karena camer cuma perlu STATUS. Orang yang bekerja dg pengangguran, tentu berbeda dimata camer.

  • IPK yang tidak mencukupi.

Saran ketiga: belajarlah yang rajin dan buat IPK tinggi. Kemungkinan besar pertanyaan camer tidak akan jauh-jauh dari kuliah dan kampus. IPK biasanya sudah cukup menggambarkan seberapa serius Anda dengan anaknya. Orangtua yang baik tidak akan rela menyerahkan anaknya ketangan mahasiswa yang punya IPK jeblok, padahal IPK nasakom tidak menjamin masa depan mahasiswa suram. Tetapi itu masa depan, camer perlu Anda yang sekarang.

“kartu kuning” bisa menjadi nilai tambah untuk menaikkan posisi tawar.

Apa Anda mau menambahkan?

Nb: disarikan dari pengalaman pribadi.

Baca artikel lainnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s