Kritik seorang Alumni: Perpustakaan UI

Perpustakaan Pusat UI adalah perpustakaan terbesar di Asia Tenggara (pada waktu artikel ini dibuat, 2012). Tidak hanya besar, desain Perpustakaan Pusat UI juga tergolong unik. Kontras dengan bangunan sekitarnya. Kalau menurut pandangan saya sebagai seorang pengamat arsitektur (cielah), bangunan yang kelihatan hijau dan asri ini adalah melawan alam.

Belum saja lama gedung Perpus UI ini dibangun, sudah banyak cacat di mana-mana. Mulai dari atap rumputnya yang keroak-keroak (bahasa apa itu) dan penataan letak mesin AC yang seenaknya. Setidaknya itu yang paling mencolok. Belum lagi kucing-kucing yang bertebaran di sekitar pekarangannya, bahkan ada yang sampai masuk ke dalam perpus buat ngadem (karena ada AC). Kucing tau aja tempat yang enak.

DInding perpus
Penampakan salah satu dinding perpus UI

ing perpus ui
Penampakan dari dekat (bahasanya: Zoom)

Pada gambar di atas, bisa dilihat dindingnya retak-retak. Kalau retak rambut sih masih bisa dimaklumi, tapi ini retak kepala. Padahal bangunan ini masih baru. Diresmikan 13 Mei 2011. Siapa sih kontraktor yang bangun?

Air Conditioner
Air Conditioner, letaknya kurang enak.
Air Conditioner
Air Conditioner, wuiiiihhhhhhh…. banyak banget.

Ini yang saya bilang melawn alam. Kan UI sudah banyak pohonnya. Sebagusnya perpustakaan pusat UI ini dibuat ramah lingkungan. Sebagai percontohan gitu. Katanya mau Go green, kok malah memperbanyak AC.

View Perpustakaan Pusat UI
View Perpustakaan Pusat UI dilihat dari jauh.
Cacat Perpustakaan Pusat UI
Cacat Perpustakaan Pusat UI, dilobangi buat kuburan kucing.

Itulah beberapa pandangan saya mengenai Perpustakaan Pusat UI. Semoga bisa sebagai bahan pertimbangan. (buat apa?)

Ada komentar?

Baca artikel lainnya…

8 thoughts on “Kritik seorang Alumni: Perpustakaan UI

    • Iya meysama. Saya juga cuma bisa kritik dan bantu doa saja buat perpus ui. Semoga semakin jadi bagus. Penataan retail- yang jual makanan- berantakan. Jelek, sempit n kurang layak. Kotor juga. Terimakasih uddah komen. He

      Like

  1. maaf saya mau menambahkan saja, bilamembicarakan suatu hal kalau bisa dibicarakan dengan menggunakan beberapa sudut pandang dan ditulis dari segi bagus dan buruknya, jangan cuma dari buruknya saja. terkesan si penulis malah menjelek-jelekan UI secara tidak langsung, tulisan ini banyak dibaca orang, kalau dibaca oleh orang yang tidak tau menau sama sekali, bisa menjadi stigma buruk bagi mereka. Ada kata komentar dari penulis “Iya Tora, bangunnya asal-asalan.”, kata tersebut tidak seperti keluar dari seorang pengamat arsitek. Desain dari perpustakan dipilih dari seorang perancang bangunan yang memenangkan kontes desain perpustakaan untuk UI tersebut. mungkn anda menuliskan kejelekannya saja karena memang anda hanya mencari kejelekannya saja . itu saja terimakasih

    Like

    • Terimakasih atas komentar dan kritiknya. terimakasih telah menyadarkan saya. saya gak mikir sejauh itu. mungkin karena keterbatasan pengetahuan makanya saya hanya menulis setau saya saja. lain kali saya akan lebih selektif. Memang tidak semuanya jelek, masih banyak yang bagusnya dari perpustakaan UI, saya hanya menulis yang jelek-jelek saja. saya bukan pengamat arsitektur, saya cuma kritikus saja. yang bisanya cuma kritik. terimakasih tetsustroberi.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s