Anak Teknik Sipil Wajib Daki Gunung

Mendaki gunung. Banyak orang yang tidak tahu apa enaknya mendaki gunung. Ada juga yang sinis dan bilang mendaki gunung adalah pekerjaan sia-sia. Sudahlah capek-capek sampai ke puncak, sampai di puncak turun juga akhirnya. Mana hidup menjadi semakin sulit. Makan, masak sendiri. Mau tidur, kurang nyenyak. Apalagi kalau mau pup, mana ada toilet di atas gunung.

Mendaki Gunung

Lah terus, apa enaknya mendaki gunung?

Awalnya, saya juga gak tau enaknya mendaki gunung. Eh, pas sekali udah nyoba malah ketagihan. Enaknya sulit dijelaskan dengan kata-kata. Supaya tahu, coba saja. Minimal sekali dalam seumur hidup ini pernah mendaki gunung.

Hubungan mendaki gunung dengan mahasiswa teknik sipil apa?

Nah, jadi gini. Sebagai mahasiswa, kita jangan Cuma tahu teori saja, sekali-kali praktekkanlah teori itu!.

Pada saat mendaki gunung, banyak cabang-cabang mata kuliah teknik sipil yang kita pelajari. Mulai dari manajemen proyek, mekanika tanah, survey dan pemetaan, bahkan transportasi.

  • Manajemen proyek. Mendaki gunung juga perlu manajemen. Manajemen yang baik akan menghasilkan pendakian yang menyenangkan. Misalknya menetapkan waktu mulai dan  selesai pendakian. Perencanaan logistik-logistik selama perjalanan. Dan mengatur anggaran belanja. Sama seperti mengatur manajemen proyek.
  • Mekanika tanah. Dengan mendaki gunung, kita bisa tahu struktur-struktur tanah pegunungan. Mana tanah yang stabil, mana yang tidak. Mana lereng yang bisa didaki, mana yang tidak. Pengetahuan stabilitas lereng sangat diperlukan.
  • Survey dan pemetaan. Biasanya mendaki gunung kita membawa peta sebagai penunjuk arah perjalanan. Peta yang baik dilengkapi dengan kontur-kontur. Pada mata kuliah ini, kita diajari bagaimana cara membaca peta. Mana pendakian yang curam dan landai bisa kita ketahui melalui peta.
  • Transportasi. Untuk menuju lokasi pendakian, kita butuh transportasi. Misalnya mendaki gunung Gede, berangkat dari Depok: dari kosan kita naik motor ke stasiun, dari stasiun naik kereta (KRL) ke Bogor, dan dari bogor sewa angkot sampai basecamp pendakian Cibodas.

Nah, sudah tahu kan korelasinya. Coba deh dipraktekkan, gak bakalan rugi. Sekali lagi saya katakan: “Minimal sekali seumur hidup pernah mendaki gunung”. Agar tidak menyesal nantinya.
Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Baca artikel lainnya…

5 thoughts on “Anak Teknik Sipil Wajib Daki Gunung

  1. izin mau promosi acara ya, IMS FTUI akan menyelenggarakan seminar nasional (CENS UI 2012) bertemakan “Visioning The Future Through High Speed Train” pada 22 November 2012 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Kebetulan di sesi dua, bahasannya seputar geoteknik dengan menghadirkan Professor Antonio Gomes Correia (Head of Geotechnical Group, University of Minho/DEC, Portugal) dan Professor Fumio Tatsuoka (Professor of Geotechnical Engineering at The University of Tokyo) sebagai pembicaranya.

    Info lebih lanjut:
    http://www.cens-ui.com atau @CENSUI2012

    Ditunggu partisipasinya ya🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s