Cukup 1 Solusi Jitu Mengatasi Kemacetan Jakarta

Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia. Pusat pemerintahan dan bisnis terbesar berada di sini.  Jakarta berkembang sangat pesat dari pada daerah. Jakarta menjadi tujuan orang-orang untuk mencari pekerjaan. Oleh karena itu Jakarta menjadi ramai sesak olah manusia. Meningkatnya jumlah populasi penduduk Jakarta berbanding lurus dengan peningkatan populasi kendaraan, baik itu roda 4 maupun kendaraan roda 2.

busway, solusi kemacetan Jakarta
Solusi kemacetan Jakarta?

Kemacetan merupakan hal yang sudah biasa di Jakarta. Sampai-sampai ada pepatah yang mengatakan “Kalau tidak macet, bukan Jakarta namanya” (pepatah dari mana?). Kemacetan menyebabkan kerugian yang besar. Terutama kerugian uang. Waktu adalah uang. Waktu yang terbuang sia-sia di jalanan juga uang. Belum lagi bahan bakar yang dihabiskan ketika terjadi macet.

Misalkan macet selama 1 jam, mobil tidak bergerak. Menghabiskan bensin 1 liter/kendaraan x 1000 kendaraan = 1000 liter. Jika terjadi setiap hari maka 1000 liter x 7 hari = 7000 liter. Jika terjadi setiap hari dalam sebulan menjadi 30.000 liter atau dalam setahun menjadi 365.000 liter. Itu artinya uang terbuang percuma sebesar 1.642.500.000 (1,6 triliun) selama setahun. Itu jika 1000 kendaraan, saya yakin kendaraan di ibukota lebih dari itu. sedangkan BBM yang digunakan merupakan subsidi pemerintah. Itu baru dari sisi bahan bakar.

Sedangkan waktu yang terbuang sebenarnya lebih mahal lagi jika diuangkan. Kemacetan menimbulkan stres (satuan = Mpa). Berdasarkan ilmu yang saya dapat ketika kuliah, ada 1 solusi jitu untuk mengatasi kemacetan Jakarta, yaitu Jalan Berbayar.

Menerapkan jalan berbayar untuk jalan-jalan langganan macet / jalan protokol di Jakarta. Berbeda dengan jalur 3in1 (yang seperti shampo saja). Jalur 3in1 tidak ada gunanya. Itu sering diakali oleh pengendara mobil dengan menyewa joki 3in1. Bayarnya pun murah dan uangnya-pun tak masuk ke kas negara. Dengan menerapkan jalan berbayar untuk kendaraan roda 4 maupun roda 2, maka kemacetan akan selesai. Buatlah tarif semahal-mahalnya sehingga hanya orang yang benar-benar kaya yang bisa membayarnya. Sehingga hanya orang-orang kaya yang bisa lewat di jalanan di jakarta.

Itu tidak adil dong?

Eit, tunggu dulu, saya bisa jelaskan. Uang yang diperoleh dari pemasukan jalan berbayar, digunakan sepenuhnya untuk membiayai angkutan-angkutan umum. Mulai dari membangun infrastruktur, peremajaan kendaraan dan penambahan armada baru. Buatlah angkutan umum selayak mungkin. Dan ongkos naik kendaraan umum harus lebih murah daripada menggunakan kendaraan sendiri. Mudah bukan? Tak perlu membuat yang baru, busway saja kita perdayakan. Dibandingkan dengan memperlebar jalan atau menambah jalan layang, untuk jangka pendek mungkin membantu, tetapi kendaraan tidak berhenti pertumbuhannya. semakin hari kendaraan juga semakin bertambah seiring dengan bertambahnya jalanan di Jakarta. Memang, bicara lebih mudah dari pada melakukannya.

Silakan lihat artikel lainnya…

4 thoughts on “Cukup 1 Solusi Jitu Mengatasi Kemacetan Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s