Pentingnya AutoCAD bagi Anak Teknik Sipil

AutoCAD adalah sebuah program komputer yang biasanya digunakan untuk menggambar objek 2 dimensi dan 3 dimensi atau lebih dikenal sebagai “Computer-aided drafting and design program” (CAD). Program ini banyak digunakan oleh berbagai disiplin ilmu diantaranya teknik sipil, teknik mesin, mekanikal elektrikal, elektro dan disiplin lainnya.

Pentingnya AutoCAD bagi anak teknik sipil
Pentingnya AutoCAD bagi anak teknik sipil

AutoCAD adalah program komputer yang wajib dikuasai oleh anak teknik sipil. Semenjak kuliah sampai di dunia pekerjaan, AutoCAD tetap menjadi pilihan utama dalam menggambar. AutoCAD menjadi bagian yang tak terpisahkan dari anak teknik sipil. Anak sipil yang tak bisa AutoCAD sama diibaratkan seperti tukang kayu tanpa martil.

Dalam mencari pekerjaan yang berhubungan dengan dunia sipil, keahlian penguasaan program AutoCAD menjadi nilai tambah tersendiri.  Alangkah baiknya mencantumkan keahlian tersebut pada Curriculum Vitae yang Anda buat. Terlebih jika melamar pekerjaan di konsultan perencana atau kontraktor.

Di konsultan perencana, AutoCAD digunakan untuk membuat Detail Engineering Design (DED) Arsitektur, Struktur, Mekanikal Elektrikal dan Landscape. Sedangkan di kontraktor, AutoCAD lebih digunakan untuk membuat shop drawing dan As Built Drawing.

Apakah Anda bisa AutoCAD?

Mau ngecad secepat kilat? Baca panduannya DISINI.

Silakan lihat artikel lainnya…


Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

 

4 thoughts on “Pentingnya AutoCAD bagi Anak Teknik Sipil

  1. […] December 13, 2013About Teknik Sipilwahyuadi41113010035 Pondasi merupakan bagian bangunan yang berfungsi sebagai telapak agar struktur keseluruhannya dapat berdiri mantap di atas tanah. Namun demikian ada pula jenis bangunan yang menggunakan pondasi alas apung karena berdiri diatasair/sungai/danau.   Setiap pondasi bangunan perlu dirancanakan berdasarkan jenis, kekuatan dan daya dukung tanah tempat berdirinya. Bagi tanah yang stabil dan memiliki daya dukung baik, maka pondasinya juga membutuhkan konstruksi yang sederhana. Jika tanahnya labil dan memiliki daya dukung buruk, maka pondasinya juga harus lebih kompleks. Lokasi bangunan yang berdiri di atas tanah bukit keras dan berbatu-batu memiliki jenis tanah yang baik dan menyebabkan bangunan yang berdiri di atasnya tidak mudah tenggelam/amblas ke dalam tanah. Di sisi lain lokasi bangunan yang berdiri di atas rawa lembek memiliki jenis tanah yang buruk dan menyebabkan bangunan mudah terperosok ke dalamnya. Beberapa jenis pondasi dibuat untuk mengantisipasi terperosoknya bangunan ke dalam tanah yang memiliki daya dukung buruk. Ada tipe pondasi dalam yang dibuat dengan memancangkan tonggak sampai kedalaman tertentu hingga ujung bawahnya mencapai tanah keras. Ada pula pondasi dalam yang dibuat tanpa harus panjang hingga mencapai tanah keras namun badannya tidak rata hingga gesekan antara badan tiang pondasi dan tanah yang ada di sekelilingnya mampu menahan berat bangunan. Ada tipe pondasi dangkal yang menganggap bangunan seperti perahu dan tanah adalah lautnya, hingga tercipta sistem yang membuat bangunan terapung di atas tanah. Pondasi dalam yang mengandalkan tanah keras dimensinya ditentukan oleh hasil survey pengeboran data kedalaman tanah keras. Pondasi dalam yang mengandalkan gesekan badan tiang dimensinya ditentukan oleh kekuatan tanah dalam mencengkeram tiang pondasi. Dimensi pondasi dangkal ditentukan dengan lebar pondasi yang mampu menampung beban bangunan. Pondasi dangkal di lokasi tanah yang buruk bahkan dapat menetapkan konstruksi pondasi dengan pelat menyeluruh selebar tapak bangunan. Ketinggian atau kedalaman pondasi dangkal bukanlah tolok ukur ketepatannya, namun lebar pondasi yang menapak di atas tanahlah yang menjadi perhitungan. Konstruksi pondasi dalam dibuat dengan beton, sedangkan konstruksi pondasi dangkal dapat dibuat dengan beton atau pasangan batu. Pondasi dalam ditetapkan pada titik-titik tertentu yang diperhitungkan agar dapat merata menyangga beban bangunan. Titik-titik ini perlu dihubungkan dengan balok agar dapat menyangga sisi bangunan yang tidak menumpu tepat di atas pondasi dalam. Besaran balok tergantung dari jarak titik-titik pondasi dalam dan beratnya beban bangunan yang dipikul. Ada perhitungan matematis dalam bidang teknik sipil yang dapat menentukan dimensi pondasi beserta balok yang menghubungkannya. Balok-balok penghubung antar titik pondasi ini disebut dengan ’sloof’ atau ’tie beam’. Pondasi dalam digunakan untuk bangunan yang berat/besar dai ketinggian 2 lantai, 3 lantai sampai gedung pencakar langit. Pondasi dangkal dapat digunakan untuk bangunan yang tidak terlalu besar setinggi 1 lantai dan 2 lantai. Sistemnya dapat berupa titik, lajur maupun pelat secara menyeluruh. Untuk sistem titik dan lajur perlu dipertimbangkan luasan alasnya bersesuaian dengan daya dukung tanah dan berat bangunan. Dalam satu gugus bangunan dapat terjadi beban yang berbeda pada setiap bagiannya. Dengan demikian dalam mendukung setiap bagian berat bangunan yang berbeda juga memiliki besaran pondasi yang berbeda-beda pula. Bahkan jika perbedaan berat bagian bangunan cukup tinggi, perlu dibuat pemishan struktur yang disebut dengan ’dilatasi’. Pemisahan struktur ini juga berlaku untuk bangunan yang memiliki gugusan panjang, hinga perlu dibuat ’dilatasi’ menjadi beberapa penggal bagian bangunan. sumber […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s