Mafia di Proyek Konstruksi

Dunia konstruksi sarat dengan tipu muslihat dan trik. Mulai dari proses tender/lelang sampai proses eksekusi proyek. Besarnya rupiah yang mengalir di dalam bisnis ini tentunya membuat siapapun tergoda. Mulai dari pejabat-pejabat pemerintah, sampai pada koloni-koloninya. Sehingga sekarang ini amat sangat jarang proyek konstruksi yang dimenangkan secara murni.

Mafia Proyek
Mafia Proyek, simbiosis mutualisme

Dimulai dari pengajuan lelang. Perusahaan yang ikut dalam seleksi lelang yang diikuti oleh banyak perusahaan, pada dasarnya hanyalah satu perusahaan saja. Semua diatur sedemikian rupa agar proyek bisa dimenangkan.  Panitia pengadaan/panitia penyeleksi sebenarnya tahu akan hal itu, tetapi karena mereka juga mendapatkan bagian , semua bisa diatur.

Setelah proyek dimenangkan, maka tibalah saatnya eksekusi proyek. Eksekusi berupa pelaksanaan proyek secara fisik oleh pihak kontraktor. Kecurangan kembali dilakukan. Mulai dari penyelewengan harga, mark up, sampai pada pengurangan volume dan kualitas pekerjaan. Pihak pengawas dibuat tidak berkutik karena urat napasnya sudah dipegang oleh kontraktor. Simbiosis mutualisme namanya.

Terlebih pada proyek pemerintah, si pemilih proyek/penguasa pengguna anggaran (PPA) juga bermain di sini. Mereka juga mendapatkan pembagian kue-kue hasil proyek.

Anda mau proyek? Berani bayar saya berapa?

Tetapi, tidak semua proyek demikian. Ada juga konsultan yang masih main bersih dan jujur. Konsultan yang lebih mengutamakan pelayanan. Konsultan yang sudah punya reputasi bagus akan dipilih tanpa sogokan. Tinggal kita memilih, mau JUJUR atau TIDAK?

Silakan lihat artikel lainnya…

5 thoughts on “Mafia di Proyek Konstruksi

  1. SETUJU, cuma,…mohon untuk istilah2 dan detilnya agar merujuk pada peraturan yang berlaku, :
    mis. PPA (Penguasa Pengguna Anggaran) tidak ada dalam istilah Perpres 70/2012 ato peraturan sebelumnya, yang ada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), itupun wewenangnya terbatas, demikian juga atasan KPA, yaitu PA (Pengguna Anggaran), wewenangnya pun tidak “power full”, justru yang sebenarnya lebih berperan dalam permainan adalah atasan2 dari PA, yang tidak terlibat secara langsung, namun sangat berperan dalam praktek mafia ini, secara nyata mereka bermain, namun secara hukum sulit untuk dibuktikan, karena kepintaran (kelicikan) mereka,…. trims

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s