Shear Wall Design with ETABS

1       PRAKATA

Terinspirasi oleh kurangnya tutorial yang membahas mengenai tata cara praktis dalam mendesain shear wall pada bangunan gedung di Indonesia maka disusunlah buku ini. Buku ini membahas mengenai cara mendesain struktur shear wall dengan menggunakan bantuan software ETABS V9.5.0.

Buku ini baik untuk bekal keterampilan desain tambahan rekan-rekan mahasiswa maupun praktisi dalam mendesain bangunan dengan sistem penahan gaya lateral berupa shear wall.

Sebagaimana yang menjadi ciri khas pada buku-buku kami terdahulu dimana buku ini menjelaskan step by step cara mendesain shear wall yang mudah dipahami bagi engineer pemula sekalipun.

2       PENDAHULUAN

2.1     Umum

Shear wall (dinding geser) adalah sistem struktur beton bertulang yang banyak digunakan pada bangunan gedung bertingkat tinggi di Indonesia. Shear wall berfungsi sebagai struktur penahan gaya lateral yang disebabkan oleh gempa. Semakin tinggi bangunan tersebut, semakin besar efek gempa yang dirasakannya.

2.2     Kapan Shear Wall dibutuhkan?

Kapan shear wall dibutuhkan dalam perencanaan?

Sebelum merencakan penulangan pada sebuah bangunan beton bertulang, terlebih dahulu kita harus merencanakan perilaku bangunan tersebut terhadap beban gempa dengan cara mengusahakan mode 1 & mode 2 bangunan dalam keadaan translasi.

Dalam beberapa kasus bangunan yang kami temui, untuk menjadikan perilaku bangunan sebagus itu dibutuhkan engineering judgement yang mumpuni. Apalagi untuk struktur bangunan yang tidak beraturan. Tetapi paling tidak, seorang engineer harus mengerti perilaku sebuah elemen, contoh kecilnya: Balok, tentunya lebih dominan menerima lentur daripada aksial, bukan?

Ada kalanya mode 1 & mode 2 sudah berperilaku translasi, namun ketika melakukan pengecekan drift (kinerja struktur), bangunan tersebut tidak memenuhi persyaratan, misalnya akibat bangunan yang terlalu langsing dan tinggi.

Untuk mengatasi hal tersebut, mau tidak mau bangunan harus dibuat lebih kaku. Beberapa cara untuk memperkaku struktur bangunan agar drift memenuhi persyaratan diantaranya:

  1. Memperbesar dimensi kolom dan balok
  2. Menambahkan shear wall

Cara yang ke 2 adalah cara yang lebih populer karena penambahan shear wall tidak terlalu signifikan yang letaknya dapat disamarkan menjadi dinding pembatas ruangan.

3       MASALAH YANG DIBATASI

  1. Pada contoh ini, kami menggunakan bangunan beraturan 8 lantai.
  2. Ukuran kolom 600 x 600 mm
  3. Tebal shear wall 400 mm
  4. Perhitungan tulangan geser pada shear wall dilakukan terpisah dan tidak ditunjukkan

Download ebook panduan mendesain shear wall DISINI

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing
Silakan lihat artikel lainnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s