Artikel Kontroversi Perbedaan Kampus UGM dan UI

2 tahun yang lalu saya menulis mengenai “Perbedaan kampus UI dan UGM” di blog ini. Banyak komentar-komentar positif maupun negatif yang saya terima. Ada yang bilang saya berat sebelah, ada yg bilang saya tidak objektif, ada yg bilang saya bodoh, ada juga yg netral karena kedewasaan mereka.

Dari komentar-komentar yang ada, terlihat jelas tingkat pendidikan dari komentator tersebut. Itu semua tercermin dari bahasa yang mereka gunakan. Sopan atau tidak sopan. Orang yang berpendidikan tinggi, cenderung lebih terbuka dan menggunakan pilihan kata yang bijaksana. Sedangkan orang yang berpendidikan rendah, cenderung mencari kesalahan dan menghina.

Perlu saya klarifikasi, bahwa saya tidak bermaksud memuji atau menjelek-jelekkan salah satu kampus, karena saya juga alumni di kedua kampus tersebut. Penilaian yang saya berikan adalah benar-benar objektif, sesuai dengan apa yang saya rasakan ketika kuliah di sana. Anda tahu, pengalaman orang berbeda-beda. Objektif menurut saya, belum tentu objektif menurut Anda, begitu juga sebaliknya.

Beberapa masukan yang ada di artikel “1 0Perbedaan UGM dan UI dari sudut pandang mahasiswa sejati” adalah:

  1. Biaya kuliah
    • saya mengatakan bahwa biaya kuliah di UI lebih mahal daripada biaya kuliah di UGM, karena memang itu yang saya rasakan. Sedangkan masalah beasiswa, subsidi silang, dan lainnya saya tidak terlalu mengetahui
  2. Biaya hidup
    • Ini memang benar adanya bahwa biaya hidup di Jogja lebih murah dari pada biaya hidup di Jakarta, ada yang menyangkal?
  3. Pergaulan
    • Adik tingkat saya di UGM sampai saat ini masih memanggil saya “Mas/Bang” sedangkan kalau di UI, yang rata-rata umur mereka jauh di bawah saya, saya dipanggil “Nama”. Bagi saya tidak masalah, karena saya merasa muda kembali. Hehe
  4. Lingkungan kampus
    • Sekarang UGM juga membatasi akses ke kampus-kampusnya. Sudah diportal-portal jalan masuknya. Good.
  5. Lokasi kampus
    • Sekarang Sleman dan Depok sama-sama macet. Artikel yang saya tulis 2 tahun lalu, jika diterapkan dengan kondisi sekarang adalah sangat berbeda.
  6. Mahasiswa (terutama ladies)
    • Bagus dua-duanya, cerdas
  7. Style & fashion
    • Ternyata aturan tiap-tiap fakultas berbeda-beda. Tidak dipukul rata satu kampus. Seperti di UGM, di kampus teknik kami memakai pakaian kemeja sedangkan di Fisipol boleh memakai kaos oblong.
  8. Loyalty
    • Ini tergantung individunya masing-masing. Saya hanya bicara kebanyakan yang saya ketahui.
  9. Branding
    • Kedua kampus sama-sama terkenal. UI terkenal karena yellow jacketnya, UGM terkenal karena apa ya?
  10. Masa depan lulusannya
    • Ternyata beneran ada alumni UGM yang jadi presiden. Hihihi…

Saran saya, sebelum berkomentar sebaiknya Anda berpikir jernih dahulu, makan yang halal dan yang baik agar yang Anda ketik juga keluar yang baik-baik.

Silakan lihat artikel lainnya…

One thought on “Artikel Kontroversi Perbedaan Kampus UGM dan UI

  1. Kita mah anggap sebagai candaan aja broo haha. Bangga sama kampus sendiri walau orang lain bilangnya kami “individualis dan hedonis”

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s