Rapikan File Kerja Anda, karena…

Sejak September 2013 saya sudah memulai mengerjakan proyek ini. Ini adalah proyek besar pertama saya dibidang yang saya geluti, structural engineer.

Lama juga ya, ngapain aja?

Awal-awal proyek ini berjalan semua masih belum jelas. Desain arsitek sudah selesai? Belum. Tetapi desain struktur harus segera dimulai, karena yang pertama kali dibangun secara fisik adalah struktur.

Mengapa harus segera dimulai kalau perencanaannya belum matang?

Ya begitulah dunia developer. Jualan dulu baru membangun. Kalau kenyataanya dagangan laris manis, mau tidak mau pekerjaan fisik juga harus dikebut agar pelanggan terpuaskan dan dagangan yang tersisa bisa cepat habis.

Sekilas mengenai project ini…

Awalnya bangunan ini direncanakan menggunakan beton bertulang, seiring berjalannya waktu karena alasan lokasi bangunan yang sempit, di tengah kota dan tidak memadai, maka diusulkanlah menggunakan struktur baja.

Struktur beton menggunakan lahan sangat banyak, mulai dari stok material, pekerjaan pembesian, pekerjaan bekisting dan pekerjaannya yang ruwet di lapangan. Sedangkan pekerjaan baja bisa dilakukan di workshop dan setelah jadi baru dirangkai di lapangan. Itulah yang menjadi salah satu keuntungan penggunaan struktur baja.

Untuk kolom bangunan ini menggunakan kolom komposit yaitu profil kingcross dibungkus beton bertulang. Sedangkan untuk baloknya menggunakan 3 jenis balok yaitu: balok WF original, balok WF tappered, dan balok Castella Cell Form (Lobang bulat).

Untuk balok utama yang tegak lurus dengan balok anak menggunakan balok WF original dan WF tappered. Sedangkan untuk balok induk yang sejajar dengan balok anak menggunakan balok Castella Cell Form. Balok anaknya sendiri menggunakan WF original sebagai balok komposit.

Untuk sambungan balok induk ke kolom menggunakan sistem tree. Stam-stam balok yang panjangnya sekitar 0,8 ~ 1,3 m di las di workshop. Sedangkan balok bentang tengahnya dipasang di lapangan dengan sambungan splice.

Saat tulisan ini dibuat, di lapangan baru terpasang 4 kolom baja setinggi 11 meter (2 tingkat lebih sedikit), itupun hanya untuk ceremonial tim amrketing developernya saja. Pekerjaan yang sedang dikebut sekarang adalah pengecoran pile cap, lantai dan dinding basement.

Karena ini adalah proyek pertama saya disini, saya pikir setelah selesai merencanakan pondasi, maka semua akan berjalan sendiri. Ternyata tidak seperti itu. Tiang pancang yang sudah terpasang dan setelah diukur ulang banyak yang melenceng dari koordinat rencana.

T: Waduh, kok banyak melenceng ya pak? Tanya saya kepada pengawas lapangan

J : Memang begitu, Pak. Ini lumayan rapi, kalau pakai drop hammer lebih berantakan dari pada ini, pak. Jawabnya

Memang tiang pancang ini dipancang menggunakan metode jacking, selain kerjanya lebih cepat dan lebih akurat, lokasi bangunan ditengah kota juga tidak memungkinkan menggunakan mesin pancang drop hammer.

Bangunan ini direncanakan menggunakan basement satu lapis. Pada saat pemancangan menggunakan dolley (semacam kolom seukuran tiang pancang yang berguna untuk mendorong tiang pancang ke dalam tanah) dengan panjang 4 ~ 5 meter.

Pekerjaan pemancangan dilakukan bersamaan dengan pekerjaan soldier pile (retaining wall). Dan setelah semua selesai barulah dilakukan penggalian area basement.

Mulai sekarang saya disibukkan oleh surat RFI (Surat Permohonan Informasi) mengenai tiang pancang yang tidak sesuai koordinat rencana. Saya harus men-cek ulang terhadap beban rencana saya. Jika koordinatnya melenceng tidak terlalu banyak, biasanya beban masih sesuai rencana, dan tinggal meng-koreksi ukuran pile capnya. Akan tetapi, jika melencengnya cukup jauh (tiang pancang melebihi beban rencana) maka harus dipikirkan cara penyaluran bebannya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, diantaranya:

  1. Merubah susunan tulangan pilecap
  2. Menyalurkan momen berlebih ke tie beam terdekat.

Menggunakan cara menambah tiang pancang tidak memungkinkan karena alasan biaya dan mobilisasi peralatan di lapangan yang sulit. Tidak mungkin hanya untuk menambah 1 tiang pancang harus mendatangkan mesin jacking lagi. Tekor dibiaya mobilisasinya.

Maka dari itu, data-data perencanaan pondasi yang sudah dimulai dari SETAHUN yang lalu harus tetap disimpan rapi agar ketika terjadi hal seperti ini, mudah melakukan Crosscheck.

Awalnya saya sempat kaget, saya pikir setelah selesai pelaksanaan tiang pancang, semua yang berhubungan dengan tiang pancang sudah selesai, ternyata belum, masih flashback. Balik lagi ngecek pembebanannya.

Silakan lihat artikel lainnya…

2 thoughts on “Rapikan File Kerja Anda, karena…

  1. Salam sukses mas alfret, maun nanya mas, berhubung mas lulusan sipil dari ui, sy mau tanya, apakah program ansys familiar di ui? Kalau familiar disana, jurusan mana yg menggunakan ansys mas? Mengingat sy ada tugas pemodelan menggunakan ansys. Utk info bs share kemana yah mas? Sy dari sipil juga tapi gak familiar dgn ansys. Trims sdh respons kembali mas.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s