Dosen jadul, laporan 1 rim tulis tangan

Laporan Satu RIM ditulis Tangan

laporan teknik sipil
Laporan Tulis Tangan sampai 1 rim kertas

Disela kesibukan saya sebagai seorang structure engineer (cielah, sok sibuk), saat sedang me-running sebuah proyek, tiba-tiba saya teringat akan sosok seorang dosen saya. Dosen yang mendidik saya sepuluh tahun yang lalu di kota pelajar, Jogja.

Namanya Bapak Supriyono, kami biasa memanggilnya Pak Pri. Beliau mengampu mata kuliah Mekanika Tanah, sebuah mata kuliah yang tidak begitu saya gemari. Saya berpikir, untuk apa saya belajar Mekanika Tanah, toh tujuan saya nantinya ingin mendalami ilmu struktur saja.

Memang di konsultan struktur tempat saya berkarya sekarang  jika ada pekerjaan yang berhubungan dengan tanah seperti; perencanaan pondasi, soldier pile, dewatering, selalu di sub-kan (diberikan) kepada ahlinya yaitu konsultan geoteknik, karena memang mereka yang lebih paham. Konsultan kami hanya merencakanan struktur atasnya saja.

Akan tetapi, sebagai seorang structure engineer ternyata ilmu mekanika tanah amatlah penting. Minimal kita tahu dasar-dasarnya. Kita tidak boleh menelan mentah-mentah apa yang diberi oleh konsultan geoteknik. Bagaimanapun juga, mereka hanyalah membantu, sedangkan tanggungjawab utamanya ada pada konsultan utama.

Berkat sistem menulis laporan dengan tulisan tangan sampai 1 rim banyaknya, pelajaran mata kuliah mekanika tanah itu meresap melalui urat-urat tangan dan mengalir melalui darah menuju memori otak. Saya berterimakasih kepada Bapak Pri atas ilmu yang diajarkannya. Maksud beliau menyuruh kami membuat laporan tulis tangan sebenarnya baik, kami tidak diijinkan menjadi mahasiswa copy paste.

Dibilang dosen jadul

laporan teknik sipil
Jadul (Jaman Dulu), Ketinggalan jaman.

Sempat juga terbersit di benak kami kalau Bapak Pri ini tidak melek teknologi, alias masih jadul. Dijaman yang serba canggih dengan komputer dan mesin cetak yang merajalela, kami masih saja disuruh membuat laporan dengan tulis tangan.

Ada juga pikiran kalau ini adalah ajang balas dendam dari dosen tersebut. Mungkin pada waktu beliau kuliah dulu, yang memang belum ada komputer dan mesin cetak seperti sekarang, beliau menulis laporan dengan tulis tangan. Maafkan saya su’dzon. Astagfirullah…

Akan tetapi, apapun itu alasannya, saya sangat berterimakasih kepada beliau atas ilmunya. Semoga menjadi amal jariyah buat beliau nanti. Semoga Pak Pri dimanapun Anda berada akan selalu dalam lindungan-Nya.

Download GRATIS PDF dan 3 Video Kaya dari Properti TANPA MODAL

Silakan lihat artikel lainnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s