Bagaimana Jika Saya Tidak Cocok Di Kantor?

afret nobel (2)Lagi asik-asik ngutak-ngatik laptop, tiba-tiba telpon cerdas saya berbunyi “ting”. Ada sebuah pesan dari nomor yang tidak saya kenal. Eh sebelum saya tanya, dia sudah memperkenalkan diri.

“Mas, ini Bunga, mas. Mau nanya, Mas!” isi pesan pertama Si Bunga

“Ya, ada apa, ini bunga yang mana ya?” (bunga yang saya kenal banyak, ada mawar, ada melati, semuanya indah).

“Ini Bunga adik kelasmu waktu kuliah dulu” kata si Bunga menjelaskan

“Oh ya, aku ingat. Bunga Kembang Sepatu” Samar-samar saya ingat orangnya karena lihat di DP profile WhatsUp nya.

“Aku lagi butuh saran, Mas”

Saya seketika merasa menjadi lebih tua 20 tahun. Merasa seperti orang yang sudah sangat berpengalaman. Banyak makan asam garam. fuih…

“Gini Mas, aku sekarang kerja di kontraktor. Tiap hari kerjaku itu-itu saja. Merasa tidak berkembang. Aku bosan.” Memelas.

“Tapi gini Mas, aku baru 2 bulan di kontraktor ini, resign gak ya? Aku merasa ilmuku gak kepake di sini.”

Saya mencoba berpikir sejenak. Saya tidak mau terbawa arus pembicaraan dan emosinya si Bunga. Saya harus menjadi netral (garuda di dadaku).

“Emangnya waktu kamu daftar di perusahaan itu, kamu ambil posisi apa?” saya mencoba menggali informasi lebih dalam

“Posisi planning (perencanaan), tapi sekarang ditaruh diposisi monitoring laba rugi” Bunga emosi

“Aku belum bisa ke planning kata mereka, katanya planning buat yang sudah expert” Bunga mencari fakta

“Mungkin memang begitu tangga karirnya” Saya coba meredam

“Kamu lebih suka di lapangan atau di kantor?

“Aku lebih suka di bagian lapangan, Mas” (lapangan bola kali, yang bukan anak civil pasti bingung)

Saya ketemu akar permasalahannya. Hati bila dipaksakan, pasti tak-kan baik (kata Tantri Kotak). Hati di lapangan tapi raga di kantor memang sungguh menyiksa. Ibarat katak di daun keladi (harusnya katak dalam tempurung dong).

Bekerja di tempat yang tidak kita sukai memang berat. Berasa dobel capeknya. Makan hati pula. Orang bijak sering mengatakan:

“Kerjakanlah apa yang kamu cintai, maka akan serasa tidak sedang kerja”

Saya lupa orang bijak mana yang bilang seperti itu. Tapi itu intinya.

Saya coba tawarkan solusi pada si Bunga.

“Kamu ngomong (bicara) dulu sama atasan kamu, minta dipindah saja ke bagian lapangan, kalau memang tidak diijinkan, baru kamu mengajukan pindah (resign).

“Oke mas”

Dapatkan rahasia dari anak muda gaptek dengan income lebih dari Rp 100 JUTA/bulan di sini http://go.belajarbisnisinternet.com/mto/ref/nobel/

Silakan lihat artikel lainnya…

5 thoughts on “Bagaimana Jika Saya Tidak Cocok Di Kantor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s