Setiap Struktur Itu Unik dan Berbeda

Sebagai seorang structural engineer yang lumayan dikenal di kampung, kadang sering ditanyakan hal yang mereka anggap sepele bagi kita namun tidak begitu bagi kita, pernah ada yang nanya gini:

“Mas Nobel, kalau untuk balok bentang 6 meter, pakai besi (maksudnya tulangan) berapa ya?”

Nah, kalau Anda sebagai seorang engineer yang berakal sehat, apakah Anda langsung jawab pertanyaan seperti itu?

bangunan unik

Ternyata tidaklah semudah itu, orang awam berpikir jika semua bangunan itu sama atau bisa disamakan. Jika di tempat tetangga membangun pakai tulangan 4 batang, maka di tempatnya juga digunakan 4 batang. Jika di tempat A itu pakai pondasi cakar ayam, maka di tempatnya juga pakai pondasi cakar ayam. Pondasi cakar ayam mbah**.

Kalau saya yang ditanya begitu, sebelum menjawab pertanyaan yang kelihatannya simpel tersebut, saya akan menggali informasi terlebih dahulu kepada yang memberi pertanyaan, karena beda informasi yang diberikan beda juga jawabannya. Misal:

  • Fungsi bangunannya apa? Rumah, hotel, gudang, atau kantor?
  • Apakah ada beban lain di atas balok tersebut? (misal ada dinding)
  • Mutu beton yang dipakai berapa?
  • Baloknya balok menerus atau bukan?
  • Lokasi bangunan di kota mana?
  • Dan lainnya… kalau dijabarkan bisa jadi panjang.

Nah loh, pasti itu yang nanya langsung kapok. Nanya cuma satu dibalas dengan pertanyaan banyak. Ya memang begitu kalau ingin jawaban yang Anda terima benar.

Dan ada juga jenis pertanyaan yang langsung menjurus, seperti:

“Mas Nobel, saya punya balok bentang 6 meter, saya sudah pakai tinggi 1/12 bentang dan saya pakai tulangan atas dan bawah masing-masing 3D16, kira-kira kuat gak seperti itu?”

Saya tidak akan langsung jawab pertanyaan yang seperti ini. Tetap saja saya gali informasi terlebih dahulu. Orang awam suka menggeneralisasi bangunan. Apalagi tukang yang kadang-kadang sok pintar.

Tukang berkata: “Kami sudah sering bikin yang seperti ini mas, belum ada masalah”

Perlu digaris bawahi, belum ada masalah bukan berarti tidak ada masalah, sewaktu-waktu bisa jadi masalah, hanya saja belum kejadian. Alangkah baiknya sebelum kejadian, semua direncanakan dengan baik terlebih dahulu.

Itulah fungsinya structural engineer diciptakan. Setiap struktur bangunan itu unik dan berbeda. Jika semua struktur bangunan sama satu dan lainnya, maka structural engineer tidak perlu ada. Setuju?

Silakan lihat artikel lainnya…

One thought on “Setiap Struktur Itu Unik dan Berbeda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s