6 Mitos Keliru Tentang Kuliah di Jurusan Teknik Sipil

Jurusan teknik sipil itu isinya cowok semua, harus pintar hitung-hitungan, dan gajinya kecil.

Apakah dulu anda juga berpikir begitu? Sebelum anda memutuskan untuk kuliah di jurusan teknik sipil. Ayo ngaku?

Memang saya akui, jurusan teknik sipil tidak sepopuler jurusan arsitektur atau jurusan kedokteran, namun dengan kuliah di jurusan teknik sipil adalah sebuah langkah yang tepat dan patut kita syukuri.

Setidaknya ada 6 mitos keliru tentang kuliah di jurusan teknik sipil, apa saja mitos keliru tersebut? Berikut akan saya uraikan satu per satu:

1. Hanya cowok yang kuliah di jurusan teknik sipil

Siapa bilang yang kuliah di teknik sipil hanya cowok. Mungkin anda tahu, dulu sekitar tahun 90 an memang jurusan teknik sipil itu identik dengan cowok. Karena menurut saya cewek jaman dahulu masih memandang tabu untuk kuliah di jurusan ini. Mereka menganggap jurusan teknik sipil itu adalah jurusannya cowok. Apakah anda juga beranggapan begitu?

Mengapa jurusan teknik sipil identik dengan cowok?

Mungkin karena ada kata-kata “teknik” di depannya. Teknik itu identik dengan keterampilan, keterampilan teknik itu kesannya pekerjaan kasar. Oleh karena itu, naluri kelembutan cewek-cewek lebih cenderung menghindarinya dan lebih memilih jurusan yang berbau kantoran. Seperti jurusan akuntansi, psikologi, hukum, dan arsitektur.

Tetapi sekarang sudah jauh berbeda. Sejak saya kuliah tahun 2005, persentase cewek dan cowok yang kuliah di kampus tempat saya menimba ilmu semakin tahun semakin berimbang. Mungkin beberapa dekade ke depan, persentase cewek yang kuliah di jurusan teknik sipil sudah mengalahkan presentase cowok karena spesies cewek sudah lebih banyak dibanding cowok.

2. Kuliah di jurusan teknik sipil harus pintar hitung-hitungan

Siapa bilang kuliah di jurusan teknik sipil harus pintar hitung-hitungan? Harus pintar matematika, harus pintar fisika. Itu jelas-jelas mitos yang keliru. Apakah dulu anda juga beranggapan begitu?

Saya banyak mendapat pertanyaan dari adik-adik yang bingung ingin kuliah di jurusan teknik sipil. Dan pertanyaan ini sering di tanyakan.

“Kak, saya tidak pintar hitung-hitungan, apa jurusan teknik sipil cocok untuk saya?”

Saya beri tahu, kuliah di jurusan teknik sipil itu tidak harus pintar hitung-hitungan. Tidak perlu pintar, anda hanya perlu suka. Nanti ketika anda sudah suka, maka kepintaran akan datang dengan sendirinya.

Kuliah di jurusan teknik sipil banyak belajar rumus-rumus. Ya, betul. Akan tetapi rumus-rumus tidak perlu anda hafalkan. Cukup anda pahami saja penggunaannya. Untuk menghitung, ada teknologi yang bernama kalkulator scientific. ^_^

Baca juga: 6 Kesalahan fata kuliah di jurusan Teknik Sipil

3. Malas ah, nanti kuliahnya panas-panasan

Kuliah di jurusan teknik sipil tidak melulu mengenai praktikum di lapangan. Mengukur jalan, survey kendaraan, melakukan pengawasan proyek, dan sebagainya.

Banyak juga perkuliahan yang kita lakukan di dalam ruangan. Kalau bisa dibilang, persentase kuliah di lapangan hanya 30 % dari semua mata kuliah yang ada.

Kuliah mekanika struktur/analisis struktur, kuliah struktur beton, kuliah struktur baja, dan kuliah hidrolika, semuanya dilakukan di dalam kelas. Bahkan kuliah seperti ilmu ukur tanah, kuliah jalan raya, dan mekanika tanah, yang notabene berhubungan dengan lapangan, untuk pemberian materinya tetap di lakukan di dalam ruangan.

Lagi pula, teknologi sekarang sudah maju. Kalau tidak mau panas-panasan, ada payung. Tidak mau gosong ada sunblock anti ultraviolet SPF 15. ^_^

4. Pekerjaan lulusan jurusan teknik sipil gajinya kecil

Wah, lagi-lagi ini mitos yang keliru. Ini karena kebanyakan yang kelihatan di permukaan adalah lulusan teknik sipil yang kerja di jalan raya, di pengawasan gedung, atau di geoteknik. Meskipun gaji mereka sebenarnya cukup besar, mereka hanya kelihatan sedikit kucel saja. Ya karena tempat kerjanya penuh deru dan debu.

Yang tidak kelihatan oleh orang-orang adalah mereka yang kerja di pertambangan, di eksporasi minyak lepas pantai, dan diperusahaan-perusahaan milik asing. Gaji lulusan jurusan teknik sipil yang kerja disini, jangan ditanya, bisa mengalahkan gaji perwira polisi yang bekerja jujur. ^_^.

5. Susah cari jodoh kalau kuliah di jurusan ini

Mungkin ini terkait poin yang nomor 1, karena prosentase jumlah mahasiswa yang tidak seimbang antara cewek dan cowok tadi.

Hey, saya bilang ke anda, kuliah di jurusan teknik sipil tidak harus cari jodoh mahasiswa teknik sipil. Masih baaaaanyak jurusan lain yang membutuhkan cowok-cowok jurusan teknik sipil. Jurusan tersebut adalah jurusan yang juga kekurang cowok di kampusnya, seperti: akademi keperawatan, jurusan sosiologi, jurusan kebidanan, dan akuntansi. Mereka butuh kita. ^_^

6. Takut ah, dosen di jurusan teknik sipil killer

Untuk kekiller-an memang jurusan teknik tidak bisa dipungkiri. Karena terkesan keras dan kaku, dosen di jurusan teknik sipil terbawa killer. Namun, dosen killer bisa kita jumpai di jurusan mana saja, tidak selalu di jurusan teknik sipil.

Sejatinya, dosen killer tidak perlu anda takuti, karena sejauh yang saya tahu, ke-killer-an dosen tersebut tidak benar-benar membunuh. Mereka killer demi kebaikan kita juga. Karena pekerjaan kita nanti berurusan dengan keselamatan orang banyak, dosen dituntut untuk lebih sadis dalam memberi nilai. Tidak asal meluluskan mahasiswa.

Di atas adalah beberapa mitos keliru tentang kuliah di jurusan teknik sipil, jika anda mengetahui mitos lainnya, silakan tulis di kolom komentar di bawah.

Perhatian: tulisan jelek ini jangan di share!

Silakan kunjungi artikel lainnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s