7 Penyebab Kemacetan Jakarta versi Engineer

Q : Kok kamu telat?

A : Macet, Bro.

Lagi-lagi macet yang dijadikan kambing hitam, padahal macet itu bukan sejenis kambing, tapi an**ng. Mengapa saya  menyimpulkan macet itu an**ng? Begini ceritanya…

Pada waktu itu, saya sedang mengendarai Revalina (motor saya) menuju Bogor dalam rangka mengunjungi seorang teman. Di persimpangan jalan menjelang memasuki kota Bogor, macet anj**g. Itu di Bogor, bagaimana dengan Jakarta? Beh…. (maaf saya gak ngatain kamu loooo….)

Sebagai seorang sarjana teknik sipil, kita harus turun tangan untuk membenahi kemacetan Jakarta. Kalaupun tidak bisa membantu secara fisik setidaknya kita masih bisa menyumbangkan otak kita. Karena rata-rata kita semua punya otak, bukan? Tapi jangan diartikan sebagai donor otak. Lagian apa enakanya otak kita, lebih enak otak-otak ikan tenggiri. Maksud saya otak tersebut kita gunakan untuk berpikir. Berpikir gimana caranya menyelesaikan kemacetan. Continue reading

Pengujian Marshall

A. MAKSUD DAN TUJUAN

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan ketahanan (stabilitas) terhadap   kelelehan plastisitas ( flow ) dari campuran aspal .

Ketahanan ( stabilitas ) ialah kemampuan suatu campuran aspal untuk menerima beban sampai terjadi kelelahan beaban sampai terjadi kelelahan plastisitas ialah keadaan perubahan bentuk suatu campuran aspal yang terjadi akibat suatu beban batas runtuh yang dinyatakan dalam mm, atau 0,01”. Continue reading

Titik Nyala dan Titik Bakar

A.   MAKSUD DAN TUJUAN

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan titik nyala dan titik bakar dari semua jenis hasil minyak bumi kecuali minyak bakar dan bahan lainnya yang mempunyai titik nyala open cup kurang dari 79 o C.

Titik nyala adalah suhu pada saat terlihat nyala singkat pada suatu titik diatas permukaan aspal.

Titik bakar adalah suhu pada saat terlihat nyala sekurang-kurangnya 5 detik pada suatu titik diatas permukaan aspal.

 B.   BENDA UJI

Benda uji adalah contoh aspal ±  100 gr.

  1. Panaskan contoh aspal antara 148,9 o C dan 176 o C, sampai cukup cair Continue reading

Titik Lembek Aspal

A.   MAKSUD DAN TUJUAN

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan titik lembek aspal dan ter yang berkisar antar 30 o C sampai dengan 200 o C.

Titik lembek adalah suhu pada saat bola baja, dengan berat tertentu, mendesak turun suatu lapisan aspal atau ter yang tertahan dalam cincin berukuran tertentu, sehingga aspal atau ter tersebut menyentuh plat dasar yang terletak dibawah cincin pada tinggi tertentu, akibat pemanasan tertentu.

 B.   BENDA UJI

  1. Panaskan contoh hingga cair merata. Pemanasan dan pengadukan dilakukan perlahan-lahan agar gelembung-gelembung udara tidak masuk. Tuangkan contoh kedalam 2 buah cincin. Suhu pemanasan untuk ter < 56 o C dan aspal <111 o C diatas titik lembeknya. Waktu pemanasan ter < 30 menit, sedang aspal <2 jam.
  2. Panaskan 2 buah cincin sampai mencapai suhu tuang contoh, letakkan 2 cinci diatas pelat kuningan yang telah diberi lapisan dari campuran talk dan sabun.
  3. Dinginkan, ratakan permukaan contoh dalam cincin dengan pisau yang telah dipanaskan. Continue reading

Penetrasi Bitumen setelah Penurunan Berat

A.   Maksud dan Tujuan

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan penetrasi bitumen keras lembek (solid atau semi solid) dengan memasukkan jarum penetrasai ukuran tertentu, beban dan waktu tertentu kedalam bitumen pada suhu tertentu.

B.   Benda Uji

Aspal AC 60/70 produksi PT. Pertamina.

 C.   Peralatan

  1. Alat penetrasi yang dapat menggerakkan pemegang jarum naik turun tanpa gesekan dan dapat mengukur penetrasi sampai 0,1 mm
  2. Pemegang jarum seberat (47,5 ± 0,05) gram yang dapat dilepas dengan mudah dari alat penetrasi untuk peneraan. Continue reading