3 Hal yang Membuat Teknik Sipil Kurang dikenal

Saya pernah dan sering kali mengalami kejadian seperti ini…Mungkin Anda juga pernah?

Setiap bertemu dengan orang baru dan ditanya mengenai pekerjaan, saya harus menjelaskannya dengan susah payah. Iya kan?

Tidak seperti profesi populer lainnya. Misalkan saja Dokter, Arsitek, Atlit, dsb. Mereka dengan mudahnya menjelaskan apa pekerjaan mereka.

Semisal ada yang bertanya:

“Kamu kerjanya apa?” tentu setelah pertanyaan utama lainnya…

jasa hitung struktur

Si Dokter menjawab: “Saya Dokter”
Si Arsitek menjawab: “Saya Arsitek”
Si Atlit menjawab: “Saya Atlit”

Orang yang bertanya tersebut biasanya langsung ngerti. Tapi…

Si Engineer Sipil menjawab: “Saya Civil Engineer, (krik krik krik) hening sejenak… Pertanda penanya lagi bingung…sebelum berlarut-larut langsung ditimpali…

Itu loh, teman kerjanya Arsitek. Kalau arsitek itu yang mendesain layout dan kulit-kulitnya, maka civil engineer lah yang mendesain tulang-tulangnya (strukturnya), kami biasanya menyebut diri kami Structural Engineer.

“Makanan apa lagi itu “Structural Engineer?”

Itu sejenis sagu, bukan… Civil engineer adalah gelar yang kami punya selaku lulusan teknik sipil. Sedangkan structural engineer adalah penjurusan kami. Seperti Sarjana Hukum (SH) yang setelah bekerja bisa menjadi Hakim, Jaksa, dan Pengacara.

Lalu apa ke 3 hal yang membuat teknik sipil kurang dikenal?

  1. Anak teknik sipil itu rendah hati/low profile
    • anak teknik sipil itu jika diibaratkan seperti ayam, sedangkan arsitek itu diibaratkan seperti sapi. (Maaf janganlah tersinggung). Ayam capek-capek bertelur, dan mengeraminya selama 21 hari. Ketika telur dimasak, maka dinamakan telur mata sapi. Kasian si ayam.
  2. Anak teknik sipil itu ekslusive/langka
    • Saking ekslusivenya anak teknik sipil, sampai-sampai ia menjadi limited edition. Tidak dijual bebas di pasaran. Keberadaannya hanya 0.01345 % dari jumlah penduduk di dunia.
  3. Anak teknik sipil itu tidak sombong
    • Buktinya sangat jarang nama anak teknik sipil dipamerkan pada sebuah bangunan. Selalu arsitek yang dipajang. Anak teknik sipil cukup bermain di belakang layar.

Terlepas dari setuju atau tidak…

Memang, dari segi kepopuleran civil engineer kalah dibandingkan dari arsitek, tapi dari segi penghasilan kita bisa diadu. Setuju?

Silakan lihat artikel lainnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s